Belajar Mencintai Persija dari Sute

Liga 1 2018

Sandi Sute gelandang energik Persija tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya usai Persija mengalahkan Borneo FC, Rabu 12/9/2018 malam. Tangis harupun pecah di lapangan. Sambil bersimbuh di tanah dia menadahkan tangan dan mengucap syukur.

Pemain asal Palu itupun tak kuasa menghentikan air mata yang berlinang dan mengucur deras dari kedua kelopak matanya. Air mata kebahagian tentunya. Sebab, sepanjang pertandingan, Persija mendapatkan perlawanan ketat dari tuan rumah yang memainkan pertandingan di stadion Aji Imbut, Tenggarong.

Gol tunggal kemenangan Persija memang diciptakan oleh Novri Setiawan di injury time, tapi peran Sute tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Sepanjang pertandingan, Sute seolah punya nafas dan tenaga ekstra. Tenaga kuda, gelandang pengangkut air atau apalah sebutannya.

Tapi yang pasti Sute sudah menunjukkan semangat pantang menyerah sampai peluit panjang wasit dibunyikan. Jadi wajar-wajar saja Sute terlihat sangat emosional. Sute menyebut, tangisnya adalah bukti kecintaan dan loyalitasnya kepada tim Macan Kemayoran. Tangis harunya adalah simbol cintanya kepada tim dengan lambang Monas di dada. Tangisnya juga melambangkan ketulusan dan sayangnya yang paling dalam kepada tim ibukota.

“Ketika bermain di luar kandang dan sepanjang pertandingan saya dan rekan-rekan sudah bekerja keras hanya rasa syukur tak terhingga yang bisa saya panjatkan kepada Allah SWT. Saya juga tidak sadar tiba-tiba saja airmata sudah keluar,” ungkap pemain yang juga dikenal religius ini.

Apa yang dilakukan Sute juga bisa menjadi penanda penting bahwa kerja keras dan semangat sepanjang pertandingan tidak akan mengkhianati hasil. Dari Sute kita juga bisa belajar banyak bagaimana mencintai klub yang dibelanya. Bagaimana ketulusan, kerja keras dan semangat tinggi disertai keikhlasan akan linear dengan hasil akhir di lapangan.

Tepenting lagi dari Sute kita bisa belajar bahwa mencintai klub kebanggaan bukan sekedar bermain dengan taktik dan skema main yang diinstruksikan pelatih. Tetapi lebih dari itu. Mencintai sebenarnya-benarnya adalah dari hati yang tulus demi kejayaan dan nama Persija. Semoga.

 

Catatan
Eko Yudiono
Media Officer Persija

(*)

Spread the love
    • Lambang monsa didada selalu di hati:*

    • Love sandi sute #persijaselamanya

Leave Your Comment