Tony Sucipto: Bali United Bukan Lilipaly Saja

Piala Indonesia

Bali – Bek Persija Jakarta, Tony Sucipto, mengatakan timnya tidak hanya mewaspadai sosok Stefano Lilipaly saja di kubu Bali United. Ia menilai masih banyak para pemain lain di Serdadu Tridatu yang juga bisa menjadi berbahaya bagi Macan Kemayoran –julukan Persija Jakarta.

Kedua tim akan kembali menjalani pertemuan di Babak 8 Besar Piala Indonesia di Stadion Kapten Dipta Gianyar, Jumat (26/4/2019). Tony mengatakan Lilipaly bisa menjadi pemain kunci bagi Bali United. Akan tetapi, tidak hanya Lilipaly saja, para pemain lain pun bisa menjadi berbahaya.

“Bali sekali lagi bukan Lilipaly saja. Bali adalah Bali kita harus mewaspadai semua tidak hanya satu individu,” ujar Tony.

Lebih lanjut eks Sriwijaya FC ini mengatakan tidak ada latihan khusus untuk menghadapi laga melawan Bali United. Persija hanya maksimalkan laga seperti biasa.

“Persiapannya seperti biasa kita tidak ada yang khusus cuma karena waktu mepet hanya recovery pemain saja itu yang  penting dengan waktu yang singkat,” tegasnya.

Begitu juga mental, kekalahan dari Ceres Negros ditegaskan Tony tidak ada masalah. Intinya timnya harus fokus untuk bisa menang di laga melawan Bali United.

“Mental tidak ada masalah kemarin setelah pertandingan AFC kita lupakan kita harus fokus di Piala Indonesia jadi Persija tim besar baik main kandang maupun tandang pasti banyak dukungan dari the Jakmania,” tutupnya.

Banyak Eks Persija di Skuat Bali United, Sandi Sebut Jadi Laga yang Seru

Piala Indonesia 2018

Bali -Gelandang tengah Sandi Sute tidak sabar berhadapan dengan Bali United di babak delapan besar Piala Indonesia. Laga ini sendiri akan berlangsung di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Kamis (26/4/2019) sore.

Salah satu alasannya ia memiliki momen manis kala menghadapi Serdadu Tridatu. Pria yang bernama lengkap Sandi Darman Sute ini berhasil cetak satu gol saat Persija sukses mengalahkan Bali United di kandangnya musim lalu dengan skor 2-1.

Memang hal itu membuat motivasinya berlipat untuk tampil baik di laga tersebut bila nantinya diturunkan. Tak ayal, dia pun berhasrat ingin mengulangi hal tersebut.

Namun ia memprediksi pertandingan menghadapi Bali United akan berbeda dibandingkan pertemuannya sebelumnya dan diprediksi akan sangat sengit. Fokus dan konsentrasi akan jadi perhatiannya saat menghadapi Fadil Sausu dkk.

“Gol itu memang membuat motivasi saya berlipat akan tetapi tidak boleh sampai lengah dengan pertemuan sebelumnya. Saat ini terpenting bisa fokus untuk pertandingan besok sekaligus di setiap pertandingan kita harus memberikan terbaik,”ujarnya.

Sandi Sute yang juga mantan pemain Bali United itu antusias karena banyak mantan Persija di Serdadu Tridatu. Ya, sebut saja Gunawan Dwi Cahyo, Willian Pacheco, Leonard Tupamahu, Michael Orah, Sutanto Tan, bahkan Stefano Lilipaly pernah merasakan berseragam Persija.

Tidak hanya itu, pelatih Stefano Cugurra yang berhasil membawa Persija juara Liga 1 dan Piala Presiden 2018 lalu kini menukangi Bali United. Meski antusias ia tegaskan dirinya tidak setengah hati menghadapi eks tim yang sempat membesarkan namanya.

“Kita juga akan ketemu dengan mantan pelatih kita dan beberapa pemain yang pernah juara di Persija. Intinya kita harus kerja keras dan jangan terpengaruh. Kita juga harus bangkit dari kekalahan melawan Ceres. Sekali lagi ini pertandingan penting sebagai modal untuk jalani leg kedua melawan Bali di kandang,”tutupnya.

Manajer Persija Yakin Bruno Akan Bangkit di Laga Melawan Bali United

Piala AFC 2019

Jakarta – Manajemen Persija Jakarta melalui sang manajer Marsma TNI Ardhi Tjahjoko menegaskan apa yang sedang dilakukan oleh gelandang serang Macan Kemayoran, Bruno Matos hanya emosi sesaat.

Sebelumnya pemain asal Brasil ini sempat mengutarakan isi hati di sosial medianya setelah Persija mengalami kekalahan dari Ceres Negros pada matchday keempat Piala AFC, Selasa (23/4) sore. Ia menilai kekalahan tersebut karena kesalahan dirinya karena gagal mengeksekusi penalti

Namun Ardhi menegaskan kekalahan itu bukan kesalahan dari eks PKNS melainkan kesalahan tim. Pria kelahiran Madiun ini yakin Bruno akan bangkit di pertandingan selanjutnya.

Persija sendiri akan bertemu Bali United pada leg pertama babak 8 besar Piala Indonesia di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Jumat (26/4).

“Itu hanya emosi sesaat. Memang dia merasa bersalah tapi sudah saya kasitau kalau kita ini satu kesatuan. Salah satu, salah semua. Benar satu, benar semua. Saya yakin ia akan bangkit di laga melawan Bali United,” ujar Ardhi.

Sandi Sute Siap Kerja Keras Lagi

Piala AFC 2019

Jakarta – Gelandang Persija Jakarta, Sandi Sute mengatakan hasil kekalahan 2-3 dari Ceres Negros pada matchday keempat Piala AFC Grup G di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (23/4) sore harus diambil secara positif.

Memang hasilnya diakuinya membuat dirinyan kecewa. Namun Sandi bertekad bangkit dan siap kerja keras lagi mengingat peluang Persija belum sepenuhnya tertutup.

“Kecewa itu wajar bagaimana lagi, ini kan sepak bola ada menang dan kalah, tapi kami tetap selalu bersyukur dengan hasil yang diperoleh. Kita tetap semangat dan siap kerja keras lagi,” ujar Sute.

Apabila Persija Jakarta bisa meraih kemenangan pada dua laga tersebut, peluang mereka untuk bisa meraih runner- up terbaik tiga grup zona ASEAN masih terbuka. Terlebih Persija Jakarta akan menang head to head atas Becamex Binh Duong.

“Ini bisa menjadikan kami runner-up terbaik dan saya lihat masih ada kesempatan kedepannya. Oleh karena itu dua laga tersebut harus bisa dimaksimalkan dengan baik oleh tim,” kata Sute.

Riko Siap Maksimal di Dua Laga Tersisa

Piala AFC 2019

Jakarta – Penyerang sayap Persija Jakarta, Riko Simanjuntak menegaskan dirinya belum angkat tangan membawa timnya lolos ke babak semifinal Piala AFC zona Asia Tenggara selepas kekalahan dari Ceres. Ia akan maksimalkan dua laga tersisa dengan hasil kemenangan untuk menjaga peluang itu.

Kekalahan 2-3 dari Ceres Negros membuat peluang Persija Jakarta untuk lolos ke babak selanjutnya mengecil. Namun belum sepenuhnya peluang Macan Kemayoran tertutup.

Tim ibukota wajib memenangkan dua laga terakhir melawan tuan rumah Becamex Binh Duong (1/5) serta menjamu Shan United (15/5). Dengan poin saat ini yang didapatkan empat poin praktis Persija bisa saja lolos melalui jatah satu runner up terbaik.

Namun mereka juga bergantung dengan hasil grup lain. Menanggapi hal ini, Riko menilai apapun itu bisa saja terjadi. Yang terpenting timnya siap berjuang di dua laga tersisa.

“Ini bukan akhir dari segalanya, dalam sepak bola semua masih bisa terjadi. Oleh karena itu kami harus bisa berjuang secara maksimal pada dua laga terakhir. Sehingga kami bisa mencapai target untuk bisa meraih kemenangan,”ujar Riko.

Lebih lanjut mantan pemain Semen Padang menilai salah satu kelebihan Ceres yakni mental pertandingan sangat baik. Itu yang menjadi wakil Filipina memenangkan laga tersebut.

“Ya, memang kami tahu, kami harus akui keunggulan mereka. Kami akui mental mereka dan akui permainan mereka. Tapi inilah sepak bola apapun bisa terjadi. Inilah bagian dari pertandingan, hanya dalam satu menit kami bisa kalah,” ucap Riko.

Tidak hanya itu ia siap memetik pelajaran dari kekalahan tersebut. Dan memperbaikinya pada laga selanjutnya. Persija sendiri akan bertemu Bali United pada Babak 8 Besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, 26 April 2019.

“Dan ini yang terjadi untuk kami dan semua itu harus kami terima dan harus dijadikan sebagai pelajaran yang berharga untuk tim kedepannya dan berharap Persija bisa lebih baik ke depannya,” tutup Riko.

Andritany: Kami Kehilangan Konsentrasi!

Piala AFC 2019

Jakarta – Kapten tim Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa mengungkapkan penyebab timnya mengalami kekalahan dari Ceres Negros pada matchday keempat Piala AFC Grup G di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (24/3) sore.

Sempat unggul melalui Sandi Sute pada menit ke-49′. Delapan menit berselang, giliran Bruno Matos yang mencatatkan namanya di papan skor. Namun Ceres mampu mengembalikkan kedudukan 20 menit terakhir melalui Miguel Tanton (70′), Bienvenido Maranon (85′), dan Mike Ott (90+2′).

Kiper Persija ini menyebut alasannya yakni timnya kehilangan konsentrasi. Khususnya di 10 menit akhir. Ia mengakui bahwa Ceres Negros bermain lebih baik ketimbang Macan Kemayoran.

“Pastinya sedih karena peluang kami menipis untuk melaju ke babak berikutnya. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Ceres-Negros karena telah memenangi pertandingan pada hari ini,” kata Andritany dalam konferensi pers seusai laga.

“Kami sempat kehilangan konsentrasi pada akhir-akhir babak kedua. Sehingga terjadi tiga gol ke gawang saya. Saat ini, kami harus fokus ke Piala Indonesia dan cepat melupakan kekalahan di Piala AFC ini meski masih ada dua laga sisa,” tegas kiper berusia 27 tahun itu.

Persija Jakarta Berjuang Hingga Akhir di AFC Cup

Piala AFC 2019

Jakarta -Peluang Persija Jakarta belum sepenuhnya tertutup meski harus mengakui keunggulan Ceres Negros pada matchday keempat Piala AFC 2019 Grup G di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Selasa (23/4/2019).

Kekalahan ini membuat Persija masih berada di peringkat ketiga Grup G dengan 4 poin dari 4 laga. Sedangkan Ceres ada di peringkat pertama dengan 12 poin, sedangkan Becamex Binh Duong di peringkat kedua dengan 7 poin.

Hanya empat tim yang berhak lolos ke babak selanjutnya dari zona ASEAN, terdiri atas 3 juara grup dan satu runner up terbaik. Ceres berpeluang besar hanya membutuhkan satu poin saja.

Pelatih Ivan Kolev enggan menyerah meski peluang Macan Kemayoran sangat kecil. Kolev siap berjuang dengan maksimal di dua laga tersisa melawan Becamex Binh Duong (1/5/2019) dan Shan United (15/5/2019).

“Tangga; 1 main disana saat bertemu Binh Duong merupakan laga hidup mati kita. Kami harus mencari tiga poin. Kami harus berjuang hingga akhir,”ujar Kolev, selepas laga.

Lebih lanjut mantan pelath timnas Indonesia mengatakan Persija tidak seharusnya kalah. Apalagi Persija bermain baik di babak pertama.

“Sangat disayangkan kami kalah pada pertandingan ini dan kami semua sedih dan sangat menyesal. Menurut saya, sampai kira-kira menit ke-70 kami cukup bagus,” tegasnya.

“Apalagi pada babak pertama kami mampu bermain baik melawan tim yang bagus. Sayangnya, kami gagal mencetak gol melalui tendangan penalti dan melewatkan beberapa peluang. Seandainya kami bisa mencetak gol, mungkin situasinya akan berbeda,” tutupnya.

Persija Jakarta Akui Keunggulan Ceres Negros

Piala AFC 2019

Jakarta -Persija Jakarta harus mengakui keunggulan 2-3 dari Ceres Negros pada laga keempat Grup G Piala AFC 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (23/4).

Duel kedua tim berjalan seru, serangan silih berganti dilancarkan namun penyelesaian akhir yang kurang apik dan terlalu terburu-buru membuat Persija dan Ceres harus kandas.

Persija sebenarnya memiliki peluang untuk unggul terlebih dahulu ketika Sandi Sute dilanggar di kotak terlarang tetapi sayang Bruno Matos gagal mengeksekusi bola dari titik putih.

Memasuki pertengahan babak pertama pertarungan seru tercipta di lini tengah. Kedua tim berusaha mencuri dan menguasai bola dengan bumbu-bumbu duel keras. Tak ada gol tercita skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Akhirnya Persija memecah kebuntuan di menit ke 49. Dari set-piece tendangan bebas, Ismed Sofyan mengangkat bola ke kotak penalti yang disambar oleh sundulan Sandi Sute di tiang dekat.

Pada menit ke 57 Akhirnya Persija memecah kebuntuan! Dari set-piece tendangan bebas, Ismed Sofyan mengangkat bola ke kotak penalti yang disambar oleh sundulan Sandi Sute di tiang dekat.

Ceres membalas satu di menit ke 70. Eksekusi tendangan bebas Tanton diarahkan ke tiang jauh. Tidak ada pemain yang berhasil menyambar bola tetapi si kulit bulat masuk ke gawang Andritany.

Ceres berhasil menyamakan kedudukan 2-2 pada menit ke 85. Schrock dengan nyaman mengirimkan bola ke kotak penalti dari sisi kiri lapangan dan meski dikawal dua pemain, Maranon berhasil menanduk bola dan masuk. 2-2 jadi skor akhir pertandingan.

Mike Ott kemudian memutar balik situasi pada masa injury time. Sambil melompat ia menyambar umpan matang Schrock di depan mulut gawang untuk mencetak gol ketiga tim tamu. Ceres Negros pun akhirnya menang.

Pertandingan Persija vs Ceres Negros Dipastikan Tanpa Penonton

Piala AFC 2019

Jakarta – Pertandingan Persija Jakarta melawan Ceres Negros pada laga keempat Grup G Piala AFC 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019), dipastikan digelar tanpa penonton.

Hal itu merujuk surat dari kepolisian bernomor SI/YANMAS/172/IV/YAN 2.1/2019/Bantelkam tgl 22/4/2019 memutuskan memberikan izin bermain tanpa penonton.

“Saya ingin merevisi pernyataan semalam, jadi ada keputusan perihal pihak kepolisian mengeluarkan surat status memberikan izin bermain tanpa penonton. Dengan demikian kita harus menjalankan apa yang diputuskan kepolisian,” ujar Haen Rahmawan, Ketua Panpel Persija

Lebih lanjut Haen menambahkan, ini merupakan keputusan yang terbaik. Ia pun berharap kepada suporter Jakmania untuk tidak datang ke Stadion.

“Kita harus ambil sisi positifnya. Saya harap Jakmania bisa menerima dan mengikuti himbauan untuk tidak datang ke Stadion. Apa yang diputuskan oleh Kepolisian harus ditaati,” tambahnya.

Lebih lanjut pihak panpel Persija juga mengatakan akan merefund kepada penonton yang telah membeli tiket secara Online, pembeli tiket tidak perlu datang ke Lapangan Blok S pada Hari Selasa, 23 April 2019.

Persija vs Ceres Negros Dipastikan Normal Dengan Penonton

Piala AFC 2019

Jakarta –Ketua panitia pelaksana (panpel) Persija Jakarta memastikan laga melawan Ceres Negros pada matchday keempat Piala AFC 2019 Grup G di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (23/4) sore dipastikan normal dengan bisa disaksikan oleh Jakmania.

Kepastian ini didapatkan panpel Persija usai berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, Senin (22/4)malam. Dengan ini Haen juga mengucapkan rasa syukurnya dan berterima kasih kepada pihak Kepolisian karena memberikan rekomendasi izin pertandingan melawan Ceres digelar dengan penonton.

“Terimakasih kepada Mabes Polri, Polda dan Polres Jakarta Pusat. Kami baru saja berkoordinasi dengan aparat keamanan. Alhamdulillah kepolisian memberikan izin pertandingan Persija vs Ceres Negros dengan penonton seperti biasa,” ujar Haen.

Ia meminta kepada The Jak Mania untuk tetap kondusif dan menjaga pertandingan dengan baik.

“Saya juga minta kepada Jakmania untuk bisa menjaga ketertiban pertandingan,”tutupnya.

Tentunya ini sangat bagus bagi Persija Yang membutuhkan kemenangan karena dukungan Jakmania akan memotivasi penggawa Macan Kemayoran. Apalagi laga melawan The Bussmen, julukan Ceres Negros bisa dikatakan laga hidup-mati bagi Macan Kemayoran. Mengingat saat ini Persija ada di posisi ke-3 klasemen sementara grup G. Persija harus menang di tiga laga sisa untuk membuka peluang lolos ke babak berikutnya.