FAKTA PERSIJA: DUET BEPE-BUDI MENAKUTKAN SETIAP LAWAN PADA 2001

Persija Jakarta dikenal selalu memiliki deretan penyerang berkualitas. Dalam tiga musim terakhir, Macan Kemayoran bertumpu pada Marko Simic untuk urusan mencetak gol.

Tidak hanya itu, Persija juga kerap melahirkan duet penyerang maut. Saat era formasi lebih mengandalkan dua penyerang, setiap pelatih Macan Kemayoran memiliki jurus tersendiri. Sebut saja duet Bambang Pamungkas-Aliyudin dan Batoum Roger-Adolfo Fatecha.

Jauh sebelum itu, Macan Kemayoran juga telah memiliki duet menakutkan bagi setiap lawan. Mereka adalah Bambang Pamungkas dan Budi Sudarsono. Kombinasi penyerang beda karakter bermain ini terjadi saat persija meraih juara musim 2001.

Kala itu Bepe masih berusia 21 tahun, sementara Budi Sudarsono yang baru saja direkrut dari Persebaya, lebih tua setahun. Meski berusia muda, mereka menjelma menjadi duet mematikan.

Total 32 gol dikemas pasangan emas ini, dengan rincian 17 gol dari aksi Bepe dan 15 gol dari sang ular piton, panggilan Budi Sudarsono. Mereka pun membuktikan pantas menggeser posisi penyerang jempolan lain di Persija yakni Widodo C. Putro dan Gendut Dony.

Salah satu aksi terbaik Budi Sudarsono terjadi saat melawan PSDS Deli Serdang di partai keempat. Ia membukukan empat gol. Budi menjawab tantangan setelah sebelumnya jarang mendapat jam bermain di Persebaya. Hal inilah yang membuat pelatih Timnas Indonesia, Benny Dollo memanggilnya untuk memperkuat Garuda di ajang Pra Piala Dunia dan Sea Games.

Sementara itu Bepe meneruskan ketajamannya. Setelah menjadi topskor di musim sebelumnya dengan 24 gol, Bele

Mereka pun menjadi tulang punggung Macan Kemayoran saat menjadi juara. Tak hanya itu, Persija didaulat sebagai tim dengan jumlah gol terbanyak di grup barat yakni 47 gol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP P