
KALA TEKNOLOGI MEMANTAU KEBUGARAN PEMAIN PERSIJA
Di tengah pertempuran sengit Super League 2025/2026, Persija mempertegas komitmennya untuk terus berbenah dari laga ke laga. Seluruh elemen tim bergerak mempersiapkan skuad dengan lebih teliti pada setiap detailnya.
Di tengah pertempuran sengit Super League 2025/2026, Persija mempertegas komitmennya untuk terus berbenah dari laga ke laga. Seluruh elemen tim bergerak mempersiapkan skuad dengan lebih teliti pada setiap detailnya.
Terbaru, Persija menggunakan Whoop, sebuah perangkat pelacak kebugaran berbentuk gelang yang berfungsi memantau kondisi fisik pemain secara lebih akurat. Dengan bantuan teknologi tersebut, tim medis Persija bisa mendapatkan informasi detail mengenai pemulihan tubuh, kualitas tidur, dan tingkat stres fisik para pemain. Hal ini memungkinkan tim medis dan staf pelatih memberikan penanganan yang lebih tepat dan terarah dalam menjaga kebugaran pemain.
Alat ini dirancang untuk membantu memantau kondisi tubuh secara menyeluruh. Fungsinya mencakup penilaian kualitas tidur sekaligus memberikan gambaran mengenai pengaruh tidur terhadap kinerja dan pemulihan.
Perangkat ini juga mengukur tingkat stres fisik berdasarkan aktivitas harian, sehingga pemain dapat mengetahui apakah latihan yang dilakukan terlalu berat atau justru membutuhkan lebih banyak waktu istirahat. Selain itu, alat ini menilai proses pemulihan tubuh melalui data tidur dan detak jantung, serta memantau denyut jantung sepanjang hari.
Dokter Persija, dr. Muhammad Andeansah, Sp.KO, berharap perangkat baru tersebut dapat membantu dalam pencegahan cedera dan optimalisasi performa tim.
“Kompetisi Super League musim ini sangat ketat. Pemain dituntut tampil prima di setiap laga. Dengan dukungan alat pemantauan seperti ini, kami berharap cedera bisa diminimalkan dan performa tim dapat dioptimalkan sepanjang musim,” kata dr. Ande.
“Dengan adanya Whoop, dapat dilakukan pemantauan beban latihan internal, melengkapi pemantauan beban latihan eksternal dari Catapult. Dengan pemantauan beban latihan yang lebih komprehensif, ditambah dengan data pemulihan, kami dapat menentukan apakah pemain membutuhkan pemulihan lebih lama atau justru siap untuk mendapat intensitas latihan yang lebih tinggi. Ini akan membuat program latihan, nutrisi dan suplemen, serta pemulihan jadi lebih personal dan efektif,” tuturnya lagi.
Trending
on Persija
Most read this week
Berita Lainnya

PESAN SHIN TAE-YONG UNTUK RIZKY RIDHO DAN KOLEGA

SHIN TAE-YONG: SAYA INGIN PERSIJA TAMPIL DENGAN MOBILITAS TINGGI

PERSIJA LEPAS TIGA PEMAIN, AKHIRI PERJALANAN BERSAMA RIKO, NICO, DAN HANSAMU
