MENGENAL YANIZAR LUBIS, SALAH SATU OFISIAL TERLAMA DI PERSIJA

Nama Yanizar Lubis mungkin tidak setenar para pemain Persija seperti Andritany atau Ramdani Lestaluhu. Namun perannya untuk tim Macan Kemayoran tidak kalah penting.

Sosok yang lebih akrab disapa Izar ini menjabat sebagai fisioerapis Persija sejak musim 2009/2010. Tugasnya adalah menangani cedera pemain serta memberikan edukasi tentang pencegahan cedera itu sendiri.

Ia sempat membela Arema, Persebaya serta Timnas Indonesia namun hatinya tidak bisa jauh dari ibu kota. Ia turut merasakan gelar juara Liga Indonesia 2018 lalu.

Bagi Izar, Persija dalah rumah keduanya. Menurutnya dari sekian tim yang dibela, membela Persija adalah kebanggaan yang tak dapat ternilai.

“Rumah saya adalah Persija. Saya memang sempat membela tim lain namun bila berbicara hati, hati saya ada di sini,” tuturnya.

Berbicara tugas sebagai fisioterapi tentu tidak terlepas dari cedera pemain. Bersama dokter tim, Izar menjadi pilar penting untuk mengembalikan pemain ke puncak performa usai mengalami cedera.

Dari sejumlah kasus cedera pemain, ada dua momen yang paling ia kenang, yaitu saat menangani cedera Ivan Carlos dan Andritany.

“Yang paling spesial bagi saya adalah saat menangani cedera Ivan Carlos dan Andritany. Bersama tim kesehatan Persija yang lain, kami berjuang untuk memulihkan mereka. Kedua pemain itu juga sangat tangguh dan pantang menyerah,” Izar menambahkan.

Yanizar berharap, Persija kembali meraih kesuksesan di tahun ini. Ia pun berkomitmen melakukan yang terbaik sesuai bidangnya.

“Tentunya saya berharap Persija kembali juara di tahun ini. Saya selalu berkomitmen bekerja semaksimal mungkin untuk Persija,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP P