PERJUANGAN MAMAN BANGKIT DARI CEDERA PARAH

Palang pintu Persija Jakarta, Maman Abdurrahman mengisahkan perjuangannya untuk bisa bangkit dari cedera parah yang menimpanya. Momen tersebut terjadi di tahun 2014.

Maman mendapatkan cedera lutut saat membela Sriwijaya FC di turnamen Inter Island Cup. Cedera itu merupakan cedera lutut ketiga kalinya yang dialaminya dan cedera itu menurut Maman cukup parah.

Karena adanya cedera tersebut bek kelahiran Jakarta ini sempat ingin memutuskan pensiun dini. Akan tetapi karena kegigihan dan semangat pantang menyerah dari seorang Maman membuat hal itu tidak terjadi.

“Saat itu saya sempat melupakan sepakbola dan sempat ingin pensiun dini karena saat itu cederanya sangat parah sekali. Akan tetapi dukungan keluarga membuat saya kuat menghadapi masalah. Saya terus berjuang dan fokus memulihkan cedera,” kenang Maman.

Namun kesembuhan dari cedera lutut itu tidak membuat Maman mudah mendapatkan klub kembali. Mengingat pada saat itu banyak tim yang tidak percaya dengan kemampuan Maman pasca cedera.

Bahkan eks Persijatim dan PSIS sempat meminta klub yang ingin merekrutnya untuk bisa menyeleksi sekaligus melihat terlebih dahulu kondisinya seperti apa sebelum memutuskan untuk direkrut

“Mungkin saat itu usia saya tidak muda lagi yakni 33 tahun. Banyak klub yang juga menilai cedera saya mudah kambuh sehingga percuma nantinya ketika dikontrak tidak akan main,” tambahnya.

Beruntung, masih ada yang percaya pada kemampuannya. Bambang Nurdiansyah yang saat itu menangani Persita Tangerang mengajaknya bergabung.

“Momen itu saya juga sempat putus asa tapi kegigihan namun saya membuktikan dan Alhamdulilah Persita Tangerang dengan pelatihnya Bambang Nurdiansyah mempercayai kemampuan saya,”ia menambahkan.

Setelah itu Maman bisa menunjukkan kemampuannya di Persita hingga akhirnya Persija pada musim 2015 kepincut untuk merekrutnya sekaligus membuat Maman seperti hidup kembali. Selama di Persija juga, Maman selalu menjadi pilihan utama meskipun usianya tidak muda lagi.

“Sekali lagi jangan pernah menyerah dan tetap hadapi masalah itu (cedera) dengan semangat. Saya ingat betul pernyataan Del Piero itu. Dia bilang, pemain besar adalah mereka yang bisa keluar dari masa sulit,”

“Alhamdulilah itu terlewati dan bisa di Persija sampai sekarang. Beberapa tahun terakhir pun saya selalu menjadi pilihan utama dan juga bisa membawa Persija meraih juara liga,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP P