Persija dan Kandang Magis GBK

Penulis : Eko Yudiono, Media Officer Persija

Penulis : Eko Yudiono, Media Officer Persija

Dua kali sudah Persija Jakarta bermain di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Dua kali juga Macan Kemayoran tidak pernah kalah. Pertama ketika juara Piala Presiden. Bali dicukur dengan skor telak 3-0. Sedangkan di AFC Cup, Persija menang telak, 4-1 dari Tampines Rovers.

Tidak pernah kalah ketika bermain di GBK membuat banyak pihak yang menyebut bahwa stadion yang baru direnovasi itu cukup angker bagi lawan-lawan Persija. Benarkah? Jawabannya, ada ketika Persija menjamu Song Lam Nghe An, Rabu (14/3/2018) mendatang. Keangkeran stadion yang dibuka pada 1962 ini akan kembali menjadi saksi magis tidaknya stadion yang identik dengan Presiden pertama Republik Indonesia ini.

Ketika mengalahkan Tampines Rovers, The Jakmania yang hadir sekitar 50 ribu. Nah, ketika menjamu tim yang lebih kuat, tentu saja Ismed Sofyan cs ingin yang hadir lebih banyak. “Kalau bisa stadion full,” ungkap Ismed.

Apa yang dikatakan pemain yang identik dengan nomor punggung 14 itu memang masuk akal. Dengan dukungan pemain ke-12 dalam hal ini The Jakmania, semangat pemain di lapangan dipastikan berlipat-lipat.

Ibaratnya, jika tenaga sudah habis, nyanyian The Jakmania bakal menjadi bahan bakar baru. penyemangat baru dan juga tenaga baru. Magis tidaknya GBK, tergantung juga suporter dalam hal ini The Jakmania. Mereka bisa menciptakan aura magis sendiri. Mereka bisa membuat bulu kudu tim lawan merinding dengan nyanyian-nyanyian (chant) yang membakar semangat para pemain. Mereka bisa melakukan apa saja asalkan positif demi mendukung tim juara Piala Presiden itu.

Tentunya, The Jakmania juga ingin menjadi saksi betapa Persija adalah jiwa dan semangat mereka. Karena itu, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mendukung langsung tim yang musim 2018 ini mempunyai peningkatan grafik permainan yang signifikan.

So, tunggu apa lagi, magis tidaknya GBK tergantung The Jakmania. Together akan membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Persija Jakarta menyatukan semua elemen masyarakat yang bermuara pada The Jakmania. United we stand, divided we fall (Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh). (*)

Spread the love

Leave Your Comment