Sembilan poin dari dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan dua kali kekalahan menjadi rapor Persija dalam tujuh pekan awal Liga 1 2024/2025. Pelatih, pemain, dan seluruh elemen tim tentu tidak puas dengan jejak itu.
Meski begitu, ada beberapa aspek positif yang bisa jadi jaminan bahwa Persija memiliki bekal untuk bangkit.
Catatan clean sheet. Dari tujuh pekan, Persija mampu mencatatkan tiga kali nirbobol, yaitu saat bersua Barito Putera (3-0), Persita (0-0), dan Dewa United (0-0). Catatan positif ini menunjukkan bahwa lini belakang Macan Kemayoran memiliki modal untuk lebih kukuh lagi.
Distribusi gol. Tujuh gol yang tercipta tidak bergantung kepada 1-2 pemain. Total ada empat nama yang berkontribusi sebagai kreator, yakni Gustavo Almeida (3), Ryo Matsumura (2), Maciej Gajos, dan Hanif Sjahbandi (1). Statistik ini mengindikasikan bahwa Persija mampu memaksimalkan kualitas seluruh pemain untuk memecah kebuntuan.
Hanya terpaut empat poin dari posisi empat besar. Gap yang masih minim ini menandakan bahwa performa Persija tidak tertinggal jauh. Tinggal bagaimana Rizky Ridho dkk. memaksimalkan pertandingan ke pertandingan untuk menundukkan lawan agar konsisten meraih hasil positif.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menekankan bahwa aspek-aspek positif dalam tim harus terus ditingkatkan. Sebaliknya, catatan-catatan minor segera dihilangkan. Jadi, jeda Liga 1 saat ini akan dijadikan momentum untuk duduk bersama dalam mengevaluasi performa tim.
“Kami akan evaluasi dan dalam waktu dekat saya akan segera bertemu dengan pelatih. Semoga minggu ini ada waktunya sehingga saya bisa berdiskusi panjang dengan tim pelatih. Tentunya yang kami evaluasi kinerjanya bukan hanya pelatih, tetapi semua pemain,” kata Prapanca.
“Pastinya di dalam kontrak ada KPI yang harus dijaga oleh tim pelatih. Saya yakin pelatih akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga Persija agar bisa mendapatkan banyak poin di sisa musim,” tuturnya lagi.
Sementara itu, tim telah fokus menatap pekan kedelapan (vs PSIS) pada Kamis (3/10/2024).