ANTARA CINTA DAN BENCI
Salah satu dari dua pertandingan yang paling di tunggu di Liga 1 Indonesia tinggal menghitung hari, 2 Oktober 2022 nanti Persija akan bertandang ke Bandung untuk melawan Persib
Salah satu dari dua pertandingan yang paling di tunggu di Liga 1 Indonesia tinggal menghitung hari, 2 Oktober 2022 nanti Persija akan bertandang ke Bandung untuk melawan Persib
Ketika Bali ditentukan sebagai tuan rumah penyelenggara Seri Ke-4 dan 5 BRI Liga 1 2021/22, langsung terlintas di benak saya bahwa ini keputusan yang politis. Untuk membantu perekonomian Bali yang lagi sulit sejak pandemi Covid-19 melanda. Mungkin mereka melihat kenyataan di Jogjakarta saat penyelenggaraan Seri Ke-2 dan Ke-3 dimana hampir seluruh hotel disana penuh. Tidak sepenuhnya pendapat itu benar. Karena di Jogja saat itu menjelang akhir tahun jadi banyak perusahaan yang menghabiskan anggaran dengan melakukan kegiatan disana. Toh sepakbola tetap tidak bisa disaksikan oleh penonton jadi bisa dikatakan arus supporter sepakbola ke Jogjakarta tidak ada.
Cuaca Jakarta buruk sekali. Hujan deras disertai angin badai. Pesawat yang ditumpangi mencoba mendarat. Tapi begitu angin kencang menerpa, pesawat goyang dan terpaksa naik lagi. Beberapa putaran dilakukan sambil menunggu cuaca lebih kondusif. Guncangan kencang membuat penumpang berkebangsaan Rusia yang duduk di sebelah Angelo Alessio lari ke toilet. Tampak salah satu mesin pesawat di sebelah kanan mulai mengeluarkan asap hitam. Ketegangan semakin menjadi saat beberapa penumpang mulai mengucapkan doa dan teriakan. “Allahuakbar, Allahuakbar”.
“Saya yang paling bertanggung jawab atas prestasi ini. Tapi pemain juga harus mau bekerja keras. Saya akan segera melakukan evaluasi. Dan saya akan lakukan perubahan”. 4 poin itulah yang selalu diungkapkan oleh Alesio setiap hasil pertandingan Persija tidak sesuai harapan. Dari 4 poin itu, hal yang paling ditunggu the Jakmania yakni poin 4 ternyata tidak kunjung terlihat. Dengan materi yang lebih lengkap, dan pemain baru yang konon adalah keinginan Alesio, permainan Persija belum mengalami perubahan drastis. Tapi apakah mengganti Alesio adalah suatu solusi yang tepat?
Jaman kuliah dulu, sering banget terjadi perdebatan antara saya dengan teman-teman pendukung klub lain. Tudingan yang paling sering terlontar dari mereka adalah “terang aja Persija prestasinya bagus, pemainnya ngambilin dari yang sudah jadi di daerah”.
Nama Moedjeran dan Kimah mungkin sudah langka di kalangan orang Betawi. Tapi itulah nama kakek dan nenek saya. Kakek saya bernama Moedjeran berasal dari Petojo, sementara nenek saya bernama Kimah asal Desa Nroktok Tangerang.